26.2 C
Jakarta
Kamis, April 18, 2024
BerandaGrammarVerbs (kata kerja)...

Verbs (kata kerja) dalam Bahasa inggris

Pengertian Verbs (kata kerja)

Verbs (kata kerja) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tindakan (action) atau keadaan wujud (state of being) dari subjek.

Kata kerja (verbs) yang menunjukkan tindakan (action) dari subjek, misalnya: to buy (membeli), to write (menulis), to read (membaca), to walk (berjalan), to run (berlari), dan lain sebagainya.

Sedangkan kata kerja (verbs) yang menunjukkan keadaan wujud (state ofbeing) dari subyek, misalnya: to be (is/was, am/was, are/were), to have (mempunyai), to become (menjadi), to seem (kelihatan), dan lain sebagainya.

Macam-macam Verb (Kata Kerja)

Berdasarkan bentuknya kata kerja dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Finite Verb (kata kerja terbatas)

Finite verbs adalah kata kerja yang memiliki peranan paling penting baik dengan kata kerja bantu atau tidak dan bertindak sebagai kata kerja yang penuh atau full verb di dalam peringkat.

Kata kerja ini dibatasi oleh semua sifat-sifat yang berhubungan dengan tata bahasa Inggris atau grammar seperti: kata kerja bisa mempunyai kata person (orang), number (bilangan), tenses (bentuk-bentuk waktu), dan lain sebagainya sebagainya.

Finite verb bergerak dalam tenses (bentuk-bentuk waktu) kecuali future, dan terdiri dua bagian yaitu:

a) Present form (bentuk sekarang), adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan pada waktu sekarang. Bentuk kata kerja sering dipakai dengan bentuk tenses simple present atau present continuous.

Contoh: The boy plays monopoly (Bocah laki-laki itu bermain monopoli), She is here now (Dia disini sekarang).

b) Past form (bentuk lampau), adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan pada waktu lampau.

Kata kerja yang sering disebut preterite (kata kerja lampau), selain sering dipakai dengan bentuk tenses simple past atau past continuous, yang bentuk kata kerjanya adalah berupa kata kerja beraturan (irregular verb), kata kerja tak beraturan (irregular verb) dan kata kerja bantu to be (was/were).

Contoh: Ria took her book (Ria mengambil bukunya), She was ill at the time (Dia sakit pada waktu itu).

2. Non-Finite (infinite) verbs (kata kerja tak terbatas)

Infinitive verb adalah kata kerja yang tidak lengkap (incomplete verbs) yang memiliki fungsi sebagai bagian tata bahasa yang lain dari kata kerja.

Bentuk dari kata kerja ini tidak terbatas dengan person (orang), atau number (bilangan) tetapi memiliki bentuk active voice atau passive voice dan beberapa tenses (bentuk-bentuk waktu), dan terdiri dari 2 bagian yaitu:

a) Infinitives (kata kerja dasar), adalah kata kerja yang belum mengalami perubahan bentuk baik karena perubahan waktu (tenses) atau penambahan akhiran huruf s/es/ies, atau sering disebut kata kerja pertama (verb 1).

Contoh: To say is easy but to do is difficult (Mengatakan itu mudah tapi melakukan itu sulit), I look at a beautiful girl (Saya melihat seorang gadis cantik).

b) Participles (kata kerja partisif), adalah bentuk kata kerja yang telah di kata-sifatkan dan berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang bersifat atau keterangan kepada kata benda (noun).

Contoh: There is a swimming pool in that hotel (Ada sebuah kolam renang di hotel itu), She saw a written letter last night (Dia melihat Sepucuk Surat yang ditulis tadi malam).

c) Gerunds, adalah bentuk kata kerja yang diberi tambahan huruf -ing dan berfungsi sebagai kata benda (noun) atau mem-bendakan kata kerja. Gerund memiliki bentuk yang sama dengan present participle, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda, dan bukan memiliki arti sedang.

Contoh: Painting is my hobby (Melukis adalah hobiku), He likes smoking (Dia suka merokok).

Berdasarkan objeknya, kata kerja dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Transitive Verbs

Transitive verbs adalah kata kerja yang membutuhkan objek atau pelengkap penderita untuk menyempurnakan arti kalimat. Atau kata kerja yang tindakannya sampai kepada penerimanya.

Contoh kalimat: The man killed my cat yesterday (Pria itu membunuh kucingku kemarin), I write an e-mail to my father (Aku menulis e-mail kepada ayahku).

Adapun bentuk-bentuk obyek (forms of objects) yang ada dalam ransitive verbs (kata kerja transitif) ini adalah sebagai berikut:

a) Monotransitive

Monotransitive adalah kata kerja transitif dengan satu objek, bentuk transitive verb ini berupa:

  • Kata benda (noun).
    Contoh: The boys played soccer in the field (Bocah-bocah lelaki bermain sepakbola di lapangan).
  • Kata ganti (pronoun)
    Contoh: The dog bites him (Anjing itu menggigitnya).
  • Kata kerja dasar (infinitive)
    Contoh: We desire to go to Bali next year (Kami ingin pergi ke Bali tahun depan).
  • Kata kerja yang dibendakan (gerund)
    Contoh: I like swimming (Aku suka berenang).
  • Ungkapan (phrase)
    Contoh: She doesn‟t know how to bake a cake (Dia tidak tahu bagaimana caranya membuat kue).
  • Anak kalimat (clause)
    Contoh: I don‟t know what she wants (Aku tidak tahu apa yang dia (pr) inginkan).

b) Ditransitive verb

Ditransitive verb adalah kata kerja transitif dengan dua objek dalam sebuah kalimat, kata kerja transitif kadang-kadang memerlukan dua buah objek, dimana yang satu di antaranya biasanya berupa nama benda tertentu yang disebut pelengkap penderita langsung (direct object), dan yang lainnya adalah orang atau hewan lain tertentu yang disebut pelengkap penderita tak langsung (indirect object).

Contoh kalimat: I give a ring to Sandra (Aku memberi sebuah cincin kepada Sandra).

Sandra = indirect object
A ring = direct object

2. Intransitive verbs (kata kerja intransitif)

Intrasitive verbs adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek atau pelengkap penderita untuk menyempurnakan arti kalimat, karena sudah tersempurnakan dan dapat dipahami artinya.

Contoh kalimat: My cat slept in the night (Kucingku tidur di waktu malam).

Kata-kata kerja intransitif (Intransitive verbs) pada umumnya sering ditambahkan oleh kata-kata sebagai predikasi (predication) dalam kalimat. Adapun predikasi (predication) yang dimaksudkan dalam kata kerja intransitif (intransitive verbs) adalah:

a. Kata kerja intransitif dari prediksi lengkap (intransitive verbs of complete predication)

Kata kerja intransitif dari prediksi lengkap (intransitive verbs of complete predication) adalah kata kerja intransitif yang bisa membuat pengertian lengkap dengan sendirinya serta tidak memerlukan kata atau kata-kata apa saja untuk ditambahkan padanya.

Atau kata kerja intransitif yang menunjukkan tindakan (action) dan dapat berdiri sendiri sekalipun tidak mempunyai pelengkap (complement).

Misalnya: run (berlari), swim (berenang), sleep (tidur), lie (berbohong), walk (berjalan), talk (berbicara), rain (hujan).

Contoh Kalimat: River’s flow: Sungai-sungai mengalir

b. Kata kerja intransitif dari prediksi tidak lengkap (intransitive verbs of incomplete predication)

Kata kerja intransitif dari prediksi tidak lengkap (intransitive verbs of incomplete predication) adalah kata kerja intransitif yang tidak bisa membuat sebuah pengertian yang lengkap dengan sendirinya sehingga bentuk kata kerja ini perlu ditambahkan pelengkap (complement).

Kata kerja ini sering disebut dengan copulative verb atau complement verb, yaitu kata kerja yang berfungsi untuk menyambungkan kata kerja (verb) dengan pelengkapnya (complement). Adapun pelengkap (complement) yang digunakan dalam kata kerja intransitif adalah sebagai berikut:

  • Kata benda (noun)
    Contoh: Cows are four legged animals (Sapi adalah hewan berkaki empat).
  • Kata sifat (adjective)
    Contoh: The old man has fallen sick (Pria tua itu telah jatuh sakit).
  • Kata keterangan (adverb)
    Contoh: She has fallen asleep (Dia telah tertidur).
  • Kata depan dengan objeknya (preposition with its object)
    Contoh: The dictionary turned out to be of no use (Kamus itu ternyata tidak berguna).
  • Kata partisif (participle)
    Contoh: We all continued running (Kami semua terus berlari).
  • Kata kerja dasar (infinitive)
    Contoh: This rose seems to be fading (Bunga mawar ini tampaknya akan layu).
  • Anak kalimat (clause)
    Contoh: The good result is what they expected (Hasil yang baik merupakan apa yang mereka harapkan).

Ada bererapa intransitive verbs yang harus menggunakan objek yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja itu sendiri. Objek tersebut dinamakan cognate object (objek yang sama asalnya, sifatnya atau artinya). Artinya, intransitive verbs boleh diikuti oleh kata benda yang sedikit banyak telah dinyatakan secara tidak langsung dalam kata kerja.

Jenis-jenis cognate object dapat dibagi menjadi 5 (lima) macam, yaitu:

  • Cognate object yang dibentuk dari kata kerja.
    Contoh: My family lives a happy life (Keluargaku menempuh hidup yang bahagia).
  • Cognate object yang searti/sama artinya dengan kata kerja (verb).
    Contoh: We walked a long way (Kami berjalan-jalan jauh).
  • Kata sifat yang memberi sifat pada cognate object.
    Contoh: I tried my hardest (Aku mencoba dengan segigihnya).
  • Cognate object yang dinyatakan dengan kata it.
    Contoh: He has not a car, so we must foot it (go the distance on foot), (Dia tidak mempunyai mobil, jadi-kita harus berjalan kaki).
  • Pelukisan kata benda (noun) dari cognate object.
    Contoh: They shouted applause, They shouted a shout of applause (Mereka berteriak sorak-sorai).

Berdasarkan perubahan waktunya atau cara penulisannya, kata kerja dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:

1. Reguler verbs (kata kerja beraturan)

Regular Verbs atau Kata Kerja Beraturan adalah kata kerja yang dapat berubah-ubah sesuai dengan bentuk tense dan perubahan itu secara teratur. Regular Verbs merupakan kata-kata kerja yang perubahannya mematuhi peraturan yang normal, yaitu dengan menambahkan huruf -d atau -ed pada kata kerja bentuk pertama/verb-1 (infinitive) sehingga menjadi bentuk kata kerja kedua/verb-2 (past tense).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara pembentukan regular verbs dengan menambahkan akhiran huruf -ed atau -d pada kata kerja dasar/verb-1 (infinitive), yaitu sebagai berikut:

a. Pada umumnya untuk membentuk kata kerja kedua/verb-2 (past tense) dan kata kerja ketiga/verb-3 (past participle) dengan menambahkan akhiran huruf ed pada bentuk kata dasar (infinitive) yang beratutan.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Addaddedaddedmenambahkan
Helphelpedhelpedmembantu
Locklockedlockedmengunci
Listenlistenedlistenedmendengarkan
Openopenedopenedmembuka
Askaskedaskedbertanya

b. Apabila kata kerja dasarnya (infinitive) berakhiran huruf vokal (huruf hidup) -e, maka untuk membentuk past tense dan past participle dengan menambahkan akhiran huruf -d.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Adviseadvisedadvisedmenasehati
Believebelievedbelievedmempercayai
Managemanagedmanagedmengatur
Likelikedlikedmenyukai
Useusedusedmemakai
Smokesmokedsmokedmerokok

c. Apabila kata kerja dasarnya (verb-1) berakhiran huruf -y dan didahului oleh konsonan (huruf mati), maka huruf -y tersebut diganti dengan huruf -i lalu ditambah huruf -ed untuk membentuk past tense (verb-2) dan past participle (verb-3).

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Carrycarriedcarriedmembawa
Trytriedtriedmencoba
Crycriedcriedmenangis
Supplysuppliedsuppliedmenyediakan
Copycopiedcopiedmenyalin
Replyrepliedrepliedmenjawab

d. Apabila kata kerja dasarnya (verb-1) berakhiran huruf -y dan didahului oleh sebuah vokal (huruf hidup), maka huruf -y tersebut tidak dirubah melainkan ditambah huruf -ed untuk membentuk past tense (verb-2) dan past participle (verb-3).

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Annoyannoyedannoyedmenjengkelkan
Betraybetrayedbetrayedmengkhianati
Enjoyenjoyedenjoyedmenikmati
Playplayedplayedbermain
Prayprayedprayedberdoa
Conveyconveyedconveyedmenyampaikan

e. Apabila kata kerja dasarnya (verb-1) terdiri dari satu suku kata dan berakhiran huruf mati (konsonan) yang diawali oleh sebuah huruf hidup (vocal), maka huruf mati yang terakhir itu digandakan, lalu ditambah huruf -ed untuk membentuk verb-2 (past tense) dan verb-3 past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Begbeggedbeggedmeminta
Robrobbedrobbedmerampok
Rubrubbedrubbedmenggosok
Shipshippedshippedmengapalkan
Jogjoggedjoggedberlari pelahan

f. Apabila kata kerja dasarnya/verb-1 (infinitive) bersuku kata lebih dari satu dan berakhiran sebuah huruf mati (konsonan) yang didahului oleh sebuah huruf hidup (vocal), tetapi tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata terarakhir, maka huruf akhirnya digandakan kemudian ditambah dengan huruf -ed untuk membentuk verb-2 (past tense) dan verb-3 past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Admitadmittedadmittedmengizinkan
Orbitorbittedorbittedmengorbit
Abhorabhorredabhorredmembenci
Occuroccurredoccurredterjadi
Allotallottedallottedmengabaikan

g. Kecuali apabila suku kata terakhir dari kata kerja dasarnya/verb-1 (Infinitive) terdapat dua buah huruf hidup (vocal), meskipun tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata terakhir, maka huruf mati terakhir tidak boleh digandakan dan langsung ditambah dengan huruf -ed untuk membentuk verb-2/past tense dan verb-3/past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Repeatrepeatedrepeatedmengulang
Repairrepairedrepairedmemperbaiki

h. Apabila kata kerja dasarnya/verb-1 (Infinitive) bersuku kata dua yang berakhiran dengan huruf mati (konsonan) yang didahului oleh sebuah huruf hidup (vocal), tetapi tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata pertama, maka langsung ditambah huruf -ed untuk membentuk verb-2/past tense dan verb-3/past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Answeransweredansweredmenjawab
Followfollowedfollowedmengikuti

i. Apabila kata kerja dasarnya/verb-1 (Infinitive) berakhiran dengan huruf -l, yang didahului oleh sebuah huruf hidup (vocal), maka huruf akhiran -l digandakan lalu ditambah huruf -ed untuk membentuk verb-2/past tense dan verb-3/past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Cancelcancelledcancelledmembatalkan
Traveltravelledtravelledbepergian
Annulannulledannulledmenghapus
Compelcompelledcompelledmemaksa
Rebelrebelledrebelledmemberontak

j. Apabila kata kerja dasarnya (infinitive) berakhiran dengan huruf -l, yang didahului oleh dua huruf hidup (vocal), maka huruf akhiran -l tidak perlu digandakan tetapi langsung ditambah huruf -ed untuk membentuk past tense dan past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Sailsailedsailedberlayar
Mailmailedmailedmengeposkan

k. Apabila kata kerja dasarnya (infinitive) berakhiran dengan huruf -c, yang didahului oleh sebuah huruf hidup (vocal), maka huruf -c ditambah huruf -k lalu ditambah huruf–ed untuk membentuk past tense dan past participle.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Picnicmimickedmimickedberpiknik
Mimicmimickedmimickedmemimikkan
Panicpanickedpanickedmembuat panik

 

2. Irreguler Verbs (kata kerja tak beraturan)

Irregular verbs (kata kerja tak beraturan) adalah kata kerja (verb) yang berubah-ubah tidak sesuai dengan bentuk tense dan tidak mematuhi peratutan yang normal. Bentuk lampau Irregular verbs (kata kerja tak beraturan) tidak dibentuk dari kata kerja dasar/verb-1 (infinitives) ditambah huruf -d atau huruf -ed untuk membentuk verb-2/past tense dan verb-3/past participle. Oleh karena itu kata kerja ini perlu dihafalkan baik-baik oleh para pelajar bahasa Inggris.

Contoh:

  • I came to the party with my fiancee (Aku datang ke pesta dengan tunanganku)
  • We went to the beach on the weekend (Kami pergi ke pantai di akhir pekan).

Bentuk kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam, jenis-jenis kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) yaitu sebagai berikut:

a. Kata kerja yang bentuk kedua dan ketiganya tidak berubah dari bentuk pertamanya.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Cutcutcutmemotong
Hurthurthurtmelukai
Costcostcostberharga

b. Kata kerja yang bentuk kedua dan ketiganya sama tetapi beda dengan bentuk pertamanya. Untuk kata kerja yang berakhiran dengan huruf -ch, -f, -k, -p, -s, -sh, dan -x, apabila dibentuk kata kerja kedua (verb-2) dan kata kerja ketiga (verb-3), maka ditulis dan diucapkan dengan akhiran huruf -t.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Buyboughtboughtmembeli
Bleedbledbledmelukai
Bindboundboundmengikat
Creepcreptcreptmerangkak
Flingflungflungmembuang

c. Kata kerja yang bentuk pertama, kedua dan ketiganya tidak sama.

Contoh:

Verb 1Verb 2Verb 3Arti
Taketooktakenmengambil
Forsakeforsookforsakenmeninggalkan
Gowentgonepergi
Eatateeatenmakan
Flyflewflownterbang

 

Berdasarkan fungsinya dalam kalimat kata kerja dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Linking verbs (kata kerja penghubung)

Linking verb adalah kata kerja yang digunakan untuk menghubungkan antara subjek dengan kata ganti (pronoun) dan kata sifat (adjective) yang menerangkan subjek. Kata-kata kerja yang termasuk ke dalam kata kerja penghubung atau linking verb adalah:

  • Remain = tetap, tinggal
  • Appear = tampak, kelihatan
  • Feel = merasakan
  • Look = tampak, kelihatan
  • Run = berlari
  • Etc…

Contoh: He feels ill (Dia merasa sakit), I become succesfull (Aku menjadi sukses).

2. Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)

Auxiliary Verb adalah kata kerja yang digunakan untuk membantu kata kerja lain dalam membentuk struktur kalimat yang lengkap dan memiliki fungsi tata bahasa. Atau pengertian Auxiliary Verb bisa juga kita beri definisi kata kerja bantu yang diletakkan di depan kata kerja pokok untuk membentuk bentuk waktu (tenses), ragam gramatikal (voice) dan modus (mood).

Pembagian macam-macam auxiliary verb (kata kerja bantu) dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

a. Primary Auxiliary Verb (kata kerja bantu utama)

Primary Auxiliary Verb adalah kata kerja yang digunakan untuk memberikan karakter pada bentuk waktu (tenses) dan tidak memberikan tambahan makna pada kata kerja utamanya (main verbs).

Kata yang termasuk ke dalam kata kerja bantu utama (primary auxiliary) adalah:

To Be: am, am not, are, are not (aren‟t), is, is not (isn‟t), was, was not (wasn‟t), were, were not (weren‟t), be, being, been.

To be dapat dipakai untuk:

  • Membentuk tenses.
    Contoh kalimat:

    • I am going to watch opera tonight.
      Aku akan pergi menonton opera nanti malam.
    • They have been waiting for you for three hours.
      Mereka sudah sedang menantimu selama tiga jam.
  • Membuat kalimat pasif.
    Contoh kalimat:

    • My father‟s car is being repaired.
      Mobil ayahku itu sedang diperbaiki.
    • He will be spoken by the boy.
      Dia akan dibicarakan oleh anak laki-laki itu.
  • Membuat kalimat non-verbal.
    Penggunaan to be dalam kalimat non-verbal yaitu terdiri dari kalimat: nominal sentence, adjectival/adverbial sentence, prepositional sentence.
    Contoh kalimat:

    • I am Diana.
      Aku adalah Diana.
    • He is in the room.
      Dia berada di dalam kamar.

Do: do, do not (don‟t), does, does not (doesn‟t), did, did not (didn‟t).

Penggunaan Kata “Do” berfungsi sebagai:

  • Kata kerja biasa.
    Jika Do berfungsi sebagai kata kerja maka ia biasanya berarti “mengerjakan”.
    Contoh kalimat:

    • She did her science assignment last night.
      Dia mengerjakan tugas sainsnya semalam.
    • I do my homework everyday.
      Aku mengerjakan PR-ku setiap hari.
  • Kata kerja bantu dalam membentuk kalimat tanya dan kalimat negatif.
    Contoh kalimat:

    • Did Sally go to work yesterday?
      Apakah Sally pergi kerja kemarin?
    • We don‟t go out at night.
      Kita tidak pergi keluar di malam hari.

Have: have, have not (haven‟t), has, has not (hasn‟t), had, had not (hadn‟t).

Fungsi auxiliary verb kata “have” digunakan sebagai:

  • Kata kerja biasa
    Kata have disini berarti mempunyai.
    Contoh kalimat:

    • I have a new house.
      Aku mempunyai sebuah rumah baru.
    • They had no money last week.
      Mereka tidak mempunyai uang minggu lalu.
  • Kata kerja bantu dalam membentuk tenses
    Penggunaan primary auxiliary verb kata “have” bisa juga berfungsi sebagai Kata kerja bantu dalam membentuk tenses seperti: present perfect tense, past perfecttense, dan lain sebagainya.
    Contoh kalimat:

    • I have bought a new sofa.
      Aku telah membeli sebuah sofa baru.
    • She has had a blue bicycle last year.
      Dia telah mempunyai sebuah sepeda berwarna biru tahun lalu.

Apabila ditambah kata to pada akhir kata have, has, atau had, maka memiliki arti harus atau terpaksa.

Contoh kalimat:

    • I have to buy a new notebook.
      Aku harus membeli sebuah buku catatan baru.

Dalam bentuk kalimat negatif, maka penggunaan auxiliary verb kata have to atau has to di awalnya ditambah kata do atau does, lalu ditambah kata not yang disesuaikan dengan subjeknya.

Contoh kalimat:

    • I don‟t have to buy a new notebook.
    • Aku tidak harus membeli sebuah buku catatan baru.

Sedangkan untuk bentuk lampaunya dapat dinyatakan dengan didn‟t have to.

Contoh kalimat:

    • I didn‟t have to buy a new notebook.
      Aku tidak harus membeli sebuah buku catatan baru.

b. Modal Auxiliary Verb (kata kerja bantu mengandaikan)

Modal Auxiliary Verb (kata kerja bantu mengandaikan) adalah kata kerja yang digunakan untuk memberikan tambahan makna pada kata kerja utamanya (main verbs), Ia merupakan salah satu bagian dari macam-macam auxiliary verb selain yang telah saya paparkan diatas.

Yang termasuk ke dalam modal auxiliary verb (kata kerja bantu mengandaikan) adalah:

  • Can, cannot (can‟t), could, could not (couldn‟t).
  • May, may not, might, might not.
  • Shall, shall not (shan‟t), should, should not (shouldn‟t).
  • Will, will not (won‟t), would, would not (wouldn‟t).
  • Must, must not (musn‟t), ought to, ought not to.
  • Use to, used to.
  • Need, need not (needn‟t).
  • Dare, dare not (daren‟t).

Contoh kalimat auxiliary verb:

  • I can read an English books.
    Aku bisa membaca buku-buku berbahasa Inggris.
  • We mus t see the information about scholarship.
    Kita harus melihat informasi tentang beasiswa.

Ada tiga ciri-ciri Modal Auxiliary Verb (kata kerja bantu mengandaikan) dalam sebuah kalimat, adapun ketiga ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

  • Modal auxiliary verbs selalu diikuti oleh kata kerja dasar tanpa “to” (bare infinitive).
    Contoh:

    • He can help you wash your car.
      Dia bisa membantumu mencuci mobilmu.

Bukan:

    • He can helps you wash your car.
      Dia bisa membantumu mencuci mobilmu.
  • Modal auxiliary verb tidak boleh diikuti atau didahuli oleh kata dasar “to” (to infinitive).
    Contoh kalimat: They want to can speak Mandarin (Mereka ingin bisa bicara bahasa Mandarin).
    Contoh di atas salah, karena kata can tidak boleh didahului oleh kata kerja dasar “to” (to infinitive). Apabila kita ingin mengatakan dengan maksud di atas, maka kita menggunakan ungkapan yang serupa dengan modal (similar expression of modal), yaitu kata can diganti dengan kata “be able to” (dapat, mampu atau bisa).

    • They want to be able to speak Mandarin.
      Mereka ingin bisa bicara bahasa Mandarin.
  • Tidak boleh ada dua modal dalam satu kalimat.
    Contoh kalimat:

    • He may can visit my house tomorrow.
      Dia boleh bisa mengunjungi rumahku besok.

Yang benar:

    • He may be able to visit my house tomorrow.
      Dia boleh mengunjungi rumahku besok.
  • Modal tidak boleh bertemu dengan Primary auxiliary yang lain kecuali kata have.
    Contoh:

    • Does he can sleep in the afternoon?
      Bisakah dia tidur di siang hari?

Yang benar:

    • Can he sleep in the afternoon?
      Bisakah dia tidur di siang hari?
  • Modal tidak bisa dipakai dalam perfect tense kecuali modal (shall, will, should, atau would) yang bisa dipakai dalam future tense dan past future tense.
    Contoh kalimat: They would have done their duties (Mereka akan sudah mengerjakan kewajibannya).

Similar expression of modal merupakan bentuk yang serupa dengan modal tetapi secara struktur lebih fleksibel dari pada modal auxiliary verb. Tidak semua modal auxiliary verb di atas bisa diubah menjadi similar expression of modal dalam kalimat.

Modal Auxiliary VerbSimilar Expression of Modal
Shall /will (future)be going to
Can (ability)be agble to
Must (necessity)have to, have got to, be to
Can /may (permission)be allowed to
Would (habit in the past)used to
Should (advisability)be supposed to

c. Emphasize Auxiliary Verb (kata kerja bantu menekankan).

Yaitu digunakan untuk memberikan tekanan atau kesungguhan pada suatu tindakan atau peristiwa. Yang termasuk ke dalam kata kerja bantu menekankan (emphasize auxiliary verbs) adalah: Do, does dan did berarti benar-benar.

Contoh kalimat:

  • You do love Marianne.
    Kamu benar-benar mencintai Marianne.
  • He does his job perfectly.
    Dia melakukan pekerjaannya dengan sempurna.

Bibliografi

  • Andrew Jenkins-Murphy. 1983. Grammar Review for The Toefl. Hbj.
  • D.M. Newman. 1981. English Grammar for Proficiency. Nelson.
  • Hariyono, Rudy. 2002. Complete English Grammar Of Special Edition: Tata Bahasa Inggris Lengkap. Surabaya: Gitamedia Press.
  • Phythian, B.A. 1996. Bahasa Inggris Yang Baik Dan Benar. Jakarta: Kesaint Blanc.
  • Suryadi and Junaida. 2007. Complete English Grammar, Belajar Bahasa Inggris Dari Awal Sampai Mahir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Sulaiman, Rusydi. Parts Of Speech. Surabaya: Agung Offset.
Zaki Mubaraq
CEO Intraxenglish.com, coffee addict, blogger enthusiast, gak bisa basa-basi dan kayaknya setelah gua mikir2 kayaknya gua Introvert orangnya. dah, itu aja... :)

Terbaru

Continue Reading

Phrasal Verb

Pada materi kali ini saya akan menjelaskan pengertian phrasal verb beserta daftar kata phrasal verb yang sering digunakan lengkap dengan arti dan contoh kalimat. Pengertian Phrasal Verb Apa itu phrasal verb? Pengertian phrasal verb adalah frasa yang terdiri dari kata kerja...

Parts of Speech

Parts of speech merupakan istilah yang digunakan dalam Bahasa inggris untuk 9 kategori utama dalam pengelompokan kata menurut fungsinya dalam kalimat, seperti nouns atau verbs.Setiap kalimat yang anda tulis atau ucapkan dalam Bahasa inggris mencakup beberapa kata yang termasuk...

Preposition

Preposition adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara kata benda (nouns) atau kata ganti (pronouns) dan kata-kata lainnya dalam suatu kalimat.Atau bisa juga Preposition (kata depan) kata yang ditempatkan sebelum kata benda (nouns) atau kata ganti (pronouns) dengan...