Participle (Kata Kerja Partisipatif)

Pengertian Participle

Participle adalah bentuk kata kerja yang telah dikata-sifatkan dan berfungsi sebagai kata sifat (adjectives) yang memberi sifat atau keterangan kepada kata benda (nouns).

Participle (Kata Kerja Partisipatif) dapat dibentuk dari Continuous Tense dan Perfect Tense di mana tetap memiliki fungsi sebagai kata kerja.

Selain itu, secara umum Participles dapat digunakan bersamaan dengan kata kerja bantu (auxiliary verbs) yang dapat membentuk Progressive (Continuous) Tense, Perfect Tense, atau Passive Voice.

Contoh kalimat Progressive Tense:

  • It is raining when mother arrived home.. (Hujan turun ketika ibu sampai di rumah.)

Contoh kalimat Perfect Tense:

  • He has written a novel. (Dia (lk) sudah menulis sebuah novel).

Contoh kalimat Passive Voice:

  • You will be followed by yourfather. (Kamu akan diikuti oleh ayahmu).

Jenis dan Fungsi Participles

Dalam tata bahasa Inggris, jenis participles (kata kerja partisipatif) dibagi atas 2 (dua) macam dengan fungsi dan penggunaannya yang berbeda, yaitu:

1. Present Participle

Present Participle adalah kata kerja yang mendapatkan tambahan huruf -ing yang berfungsi sebagai kata kerja (verbs), kata sifat (adjectives) atau kata keterangan/ tambahan (adverbs).

Biasanya kata kerja ini mengandung makna arti aktif dan menunjukkan waktu sekarang.
Misalnya: reading (membaca), speaking (berbicara), listening (mendengarkan), writing (menulis), waiting (menunggu), walking (berjalan), etc.

Fungsi Present Participle (The Functions of Present Participle)

Dalam struktur pemakaian kalimat, penggunaan dan fungsi Present Participle dapat dipakai sebagai berikut:

  1. Subjet of Sentence (subyek kalimat).
  2. Contoh kalimat

    • Cleaning her house. she is healthy. (Membersihkan rumahnya, dia sehat.)
    • Browsing the internet, he knows about anything. (Menjelajah internet, dia (lk) tahu mengenai segala sesuatu.)
  3. Subjective Complement (pelengkap subyek)
  4. Subjective Complement (pelengkap subyek) yang berfungsi sebagai kata kerja seperti contoh dibawah ini.

    Contoh kalimat:

    • My friend is running. (Temanku sedang berlari)
    • She is cooking now. (Dia (pr) sedang memasak sekarang.)
  5. Head (kata atau kalimat yang berkedudukan sebagai yang dijelaskan)
  6. Head yang fungsi sebagai kata sifat (adjective) yang bisa diletakkan di belakang kata be: ….. (noun).
    Contoh kalimat:

    • The girl waving her hand is my friend.
    • The girl who waves her hand is my friend. (Gadis yang sedang melambaikan tangan itu adalah temanku.)
    • I saw the man hitting him.
    • I saw the man who hits him. (Aku melihat laki-laki yang sedang memukulnya.)
  7. Digunakan sebagai kata majemuk (compound nouns) atau modifier (kata yang menentukan sifat)
  8. Fungsi Present Participle yang Digunakan sebagai kata majemuk (compound nouns) atau modifier (kata yang menentukan sifat) yaitu diletakkan di depan kata benda berupa orang atau binatang yang mendapatkan keterangan sifat yang mengandung arti aktivitas (sesuatu yang melakukan aktivitas).
    Misalnya:

    Participle Arti
    smilling girl – girl who smiles gadis yang sedang tersenyum
    singing student – student who sings murid yang sedang bernyanyi
    crying baby – baby who cries bayi yang sedang menangis
    Contoh kalimat:

    • The smilling girl is my sister. (Gadis yang sedang tersenyum itu adalah saudariku.)
    • That is a singing student. (Itu seorang murid yang sedang bernyanyi.)
  9. Apabila ada 2 (dua) yang mempunyai subyek yang sama dan terjadi pada waktu yang bersamaan (hampir), biasanya salah satu dari keduanya dapat dinyatakan dengan Present Participle.
  10. Contoh kalimat:

    • When I was walking to school, I saw him there. (Ketika aku sedang berjalan ke sekolah, aku melihatnya di sana.)
    • They were happy, they were travelling to Italy. (Mereka senang, mereka sedang bepergian ke Italia.)

    menjadi:

    • Walking to school, I saw him there. (berjalan ke sekolah, aku melihatnya di sana.)
    • They were happy travelling to Italy. (Mereka senang bepergian ke Italia.)
  11. Apabila ada suatu peristiwa yang segera diikuti oleh peristiwa lainnya, dan hal itu dilakukan oleh subyek yang sama, maka peristiwa yang pertama sering dinyatakan dengan Present Participle.
  12. Contoh kalimat:

    • He opened the wardrobe and took a tie. (Dia (lk) membuka lemari dan mengambil sebuah dasi.)
    • We take magazines and read the whole pages. (Kita mengambil majalah dan membaca seluruh halaman.)

    Menjadi:

    • Opening the wardrobe he took a tie. (Membuka lemari dia (lk) mengambil sebuah dasi.)
    • Taking magazines we read the whole pages. (Mengambil majalah kita membaca seluruh halaman.)
  13. Apabila peristiwa yang kedua merupakan bagian dari peristiwa yang pertama atau merupakan hasil dari peristiwa sebelumnya, maka kita dapat menyatakan peristiwa yang kedua itu dengan Present Participle.
  14. Contoh kalimat:

    • She went out, slamming the door. (Dia (pr) keluar, membanting pintu.)
    • He tried, wounding one of the bandits. )Dia (lk) mencoba, melukai satu dari beberapa penjahat.)
  15. Present Participle dapat juga menggantikan dengan pola kata kata sebagai berikut: As/Since/Because + Subject + Verb
  16. Contoh kalimat:

    • Because I didn’t know what to do, I telephoned the police. (Karena aku tidak tahu apa yang dikerjakan, aku menelepon polisi.)
    • Because/since/as she is alone, she is to be careful. (Karena/sejak/selama dia (pr) sendirian, dia akan menjadi berhati-hati.)
    • Because/as he feared that the police recognizes him, he never went out in day light. (Karena dia (lk) khawatir bahwa polisi akan mengenalinya, dia tidak pernah.)

    Menjadi:

    • Not knowing what to do, I telephoned the police. (Tidak tahu apa yang dikerjakan, aku menelepon polisi.)
    • Being alone, she is to be careful. (Sendirian, dia akan menjadi berhati-hati.)
    • Fearing that the police recognizes him, he never went out in daylight. (khawatir bahwa polisi akan mengenalinya, dia tidak pernah keluar di siang hari.)

2. Past Participle

Past Participle adalah kata kerja yang mendapatkan tambahan akhiran huruf -ed untuk kata kerja beraturan dan untuk kata kerja tidak beraturan dapat dilihat pada artikel yang membahas tentang Irregular Verbs.

Kata kerja bentuk ini sering disingkat dengan V-3 (Verb-3). Biasanya kata kerja ini mengandung makna arti aktif dan menunjukkan waktu lampau.

Misalnya: spoken (berbicara), listened (mendengarkan), written (menulis), waited (menunggu), walked (berjalan).

Fungsi Past Participles (The Functions of Past Participles)

Dalam struktur pemakaian kalimat, fungsi Past Participles dapat digunakan sebagai berikut:

  1. Head (kata atau kalimat yang berkedudukan sebagai yang dijelaskan)
  2. Kata Kerja Past Participles sebagai Head (kata atau kalimat yang berkedudukan sebagai yang dijelaskan) mempunyai fungsi sebagai kata sifat (adjective) yang bisa diletakkan di belakang kata benda (noun) bila menyatakan perbuatan.
    Contoh kalimat:

    • The girl who smilled was my friend. (Gadis yang tersenyum itu adalah temanku.)
    • Many of the people questioned refused to answer. (Banyak orang yang ditanya menolak untuk menjawab.)
    • Can you tell me the number of men killed? (Bisakah kamu memberitahuku jumlah orang yang terbunuh?)
  3. Berfungsi sebagai kata majemuk (compound nouns) atau modifier (kata yang menentukan sifat)
  4. Kata Kerja Past Participles yang Berfungsi sebagai kata majemuk (compound nouns) atau modifier (kata yang menentukan sifat) diletakkan di depan kata benda berupa orang atau binatang yang mendapatkan keterangan sifat yang mengandung arti aktivitas (sesuatu yang melakukan aktivitas).
    Contoh kata:

    • smilled girl/girl who smiled = gadis yang tersenyum
    • flooded field/fields that flooded = sawah yang berair
    Contoh kalimat:

    • I can hardly move my tired legs. (Saya hampir tidak pernah menggerakkan kakiku yang lelah.)
    • Rice must be grown on flooded field. (Padi harus ditanam di sawah yang berair.)
  5. Berfungsi sebagai kata sifat (adjective) dalam sebutan predikat yang memakai to be.
  6. Dalam hal ini fungsi Past Participle itu menyatakan sifat (adjective) atau biasanya diikuti dengan preposition (kata depan) tertentu yang menerangkan penyebabnya.
    Contoh kalimat:

    • I am excited about the possibility of going to Bali. (Aku senang mengenai kemungkinan pergi ke Bali.)
    • I am annoyed with you. (Aku jengkel dengan kamu.)
  7. Past Participle dapat pula digunakan sebagaimana adverbs (kata keterangan/tambahan)
  8. Fungsi Past Participle yang digunakan sebagaimana adverbs (kata keterangan/tambahan) berguna untuk menerangkan bagaimana atau mengapa sesuatu hal terjadi.
    Contoh kalimat:

    • Having lost my wallet, I went home. (Karena dompetku telah hilang, aku pulang ke rumah.)
    • Having failed to qualijy as a teacher, I took up teaching. (Karena telah gagal memenuhi syarat menjadi seorang guru, aku mempelajari pengajaran.)
    • Rejected by all his friends, he decided to move to another town. (Ditolak oleh teman-temannya, dia (lk) memutuskan untuk pindah ke kota lain.)
    Atau dapat juga digunakan dalam pola kalimat seperti di bawah ini yang mengandung arti pasif.

    Contoh kalimat:

    • Having been warned by the bandits, he left his valuables goods at home. (Karena telah diperingatkan oleh penjahat-penjahat, dia (lk) meninggalkan barang-barangnya yang berharga di rumah)
    • Having been bitten twice by the dog, the postman refused to deliver my letter. (Karena telah digigit dua kali oleh anjing itu, tukang pos menolak menganakkan suratku.)
  9. Fungsi Past Participle yang digunakan setelah kata-kata kerja berikut ini, yang mempunyai arti pasif, yaitu: have (telah), get (mendapatkan), wish (menginginkan), want (ingin) see (melihat), prefer (lebih suka), like (suka), find (menemukan/mendapatkan), make (membuat/menjadikan), dan sebagainya.
  10. Contoh kalimat:

    • I found the car covered with dried leaves. (Aku mendapati mobil itu ditutupi dengan dedaunan kering)
    • She wants her hair cut. (Dia (pr) menginginkan rambutnya dipotong.)

Catatan:

Ada beberapa Past Participle yang kata dasarnya adalah kata kerja intransitif (intransitive verbs) tidak mempunyai arti pasif, dan hanya menyatakan suatu tindakan atau peristiwa yang telah terjadi atau selesai.

Misalnya:
boiled water = air yang telah mendidih
faded flower = bunga yang telah layu
fallen heaves = daun yang telah gugur

Bentuk Participles

Participle memiliki dua bentuk berbeda, yaitu:

  • Participle Negatif
  • Participle Pasif

Untuk lebih jelasnya bentuk Participle dapat anda baca penjelasan dibawah ini:

1. Bentuk Participle Negatif (The Form of Negative Participles)

Dalam tata bahasa Inggris, Participles (kata kerja partisipatif) dapat berbentuk negatif dengan 1 rumus sebagai berikut: Not + Participle, disebut dengan bentuk Participle Negatif.

Contoh kalimat:

  • Not knowing anyone in the new town, she felt homesick. ((Karena) tidak tahu siapa pun di kota baru, dia (pr) merindukan rumahnya.)
  • Not having seen you before, he won’t recognize you. ((Karena) sudah tidak melihatmu sebelumnya, dia (pr) tidak akan mengenalimu.)
  • Not wishing to continue their studies, they decided to be come farmers. ((Karena) tidak ingin melanjutkan belajarnya, mereka memutuskan menjadi petani.)
  • Not having finished my work, I didn’t want to go home. ((Karena) sudah tidak menyelesaikan pekerjaanku, aku tidak ingin pulang.)

2. Bentuk Participle Pasif (The Form of Passive Participle)

Ada 2 (dua) bentuk Passive Participle, yaitu:

  1. Present Passive Participle
  2. Bentuk Passive Participle ini menggunakan rumus kalimat sebagai berikut: Being + Past Participle.
    Contoh kalimat:

    • The work being done will soon be finished. (Pekerjaan yang sedang dikerjakan ini akan segera selesai)
    • The house being built is my house. (Rumah yang sedang dibangun ini adalah rumahku.)
  3. Past Passive Participle
  4. bentuk Past Passive Participle menggunakan rumus kalimat sebagai berikut: Having been + Past Participle
    Contoh kalimat:

    • Having been asked to help, I couldn’t go home earlier. ((Karena) sudah diminta untuk membantu, aku tidak bisa pulang lebih awal.)
    • Having been bought the magazine, I should thank her. ((Karena) sudah dibelikan majalah, aku seharusnya berterima kasih kepadanya.)

Catatan:

  1. Participle biasanya digunakan sesudah kata-kata, seperti: after (setelah), before (sebelum), since (sejak), when (ketika/bila), while (sewaktu), as (selagi/sewaktu), when ever (kapan pun), once (sekali), until (sampai/hingga), on (di), dan lain sebaginya.
  2. Contoh kalimat:

    • After talking to my mother, I always feel better. (Setelah ngomong kepada ibu, aku selalu merasa lebih baik.)
    • He has been quite different since recovering from his illness. (Dia (lk) sudah sedikit berbeda sejak sembuh dari sakitnya.)
  3. Participle atau Participle Phrase digunakan untuk memberi keterangan atau penjelasan waktu (time), sebab (cause), akibat (result), cara {manner), syarat (condition), dan sebagainya kepada suatu tindakan atau peristiwa yang dinyatakan oleh kata kerja utama (main verb) dalam sebuah kalimat.
  4. a. Menerangkan waktu (time)
    Contoh kalimat:

    • Walking along the street, I met a friend whom i hadn’t seen for a long time. (when I walked along the street,………….) (Ketika berjalan di sepanjang jalan, aku bertemu seorang teman yang tidak ku lihat sejak lama.
    • Having finished all his work, he took a rest. (After he had finished all his work,………………….) (Setelah selesai semua pekerjaannya, dia (lk) beristirahat.)
    b. Menerangkan sebab (cause)

    Contoh kalimat:

    • Having worked hard whole the day, he decided to take a vacation. (Because he had worked,……………………….) ((karena) sudah bekerja giat sepanjang hari, dia (lk) memutuskan untuk berlibur)
    • Being rejected by all his friends, he decided to move to another town. (Because he had been rejected…………………………….) ((karena) ditolak oleh teman-temannya, dia (lk) memutuskan untuk pindah ke kota lain.)
    c. Menerangkan cara (manner)

    Contoh kalimat:

    • Laughing and cheering, the students went camping. (Murid-murid itu pergi berkemah dengan tertawa dan bergembira.)
    • The man walked in the street, flourishing his stick. (Laki-laki itu berjalan di jalan setapak dengan melambaikan tongkatnya.)
    d. Menerangkan syarat (condition)

    Contoh kalimat:

    • Driven carefully, the car will run fast.(If it is driven carefully,……………….) (Apabila dikendarai secara berhati-hati, mobil itu akan berlari kencang.)
    • Weather permitting, we will go mount climbing. (Apabila cuaca mengizinkan, kita akan pergi mendaki gunung.)
    e. Menerangkan akibat (result)

    Contoh kalimat:

    • Having bitten twice by the dog, the postman refused to deliver my letter. (Karena telah digigit dua kali oleh anjing itu, tukang pos menolak mengantarkan suratku.)
    • The plane crashed, its bombs exploded as it hit the ground. (Pesawat itu terjatuh, bomnya meledak ketika mengenai tanah.)
  5. Participle phrase sering digunakan untuk mengawali suatu kalimat atau percakapan guna menjelaskan atau menekankan suatu maksud tertentu.
  6. Contoh kalimat:

    • Generally speaking, men can run faster than women. (Pada umumnya, pria dapat berlari lebih cepat daripada wanita)
    • Granted that he did do so, what harm can you see in it? (Andaikata dia (lk) berbuat demikian, lalu kamu lihat apa salahnya?)
    • Considering everything, it wasn’t a badshow. (Melihat segala sesuatunya, pertunjukan itu tidak jelek.)

Kesimpulan

Present Participles sering diartikan sebagai Gerunds atau sebaliknya, padahal antara keduanya memiliki perbedaan yang tegas, walaupun keduanya memiliki kesamaan bentuk. Perbedaan ini dapat dilihat pada masing-masing fungsi pemakaian dalam sebuah kalimat.

Referensi:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + seventeen =