26.1 C
Jakarta
Kamis, November 30, 2023
BerandaGrammarAdjectivesNumeral Adjective

Numeral Adjective

Pengertian Numeral Adjective

Numeral Adjective (kata sifat bilangan) adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan bilangan atau banyaknya suatu benda tertentu atau tak tertentu.

Jenis Numeral Adjective

Dalam bahasa Inggris, jenis kata sifat bilangan (numeral adjectives) terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu:

Definite numeral adjective

Definite numeral adjective adalah kata sifat bilangan yang tentu digunakan untuk menujukkan jumlah benda tertentu, yang terdiri dari:

  • Cardinal number (bilangan biasa)
contohnya:
  • one = satu
  • two = dua
  • three = tiga
  • Ordinal number (bilangan bertingkat)
Contohnya:
  • first = yang pertama
  • second = yang kedua
  • third = yang ketiga
  • Multiplicative number (bilangan jumlah perlipat gandaan)
Contohnya:
  • one only, single = satu
  • twofold, double, duple = dua lipat
  • threefold, treble, triple = lipat tiga
  • fourfold, quadruple = lipat empat
  • a pair of = sepasang
  • a dozen of = selusin
Contoh Kalimat:
  • Lala brought a dozen of bowls last night. (Lala membawa selusin mangkuk semalam.)
  • I bought a pair of shoes at the mall yesterday. (Aku membeli sepasang sepatu di mal kemarin.)

Indefinite numeral adjective

Indefinite numeral adjective adalah kata sifat bilangan yang tak tentu digunakan untuk menujukkan jumlah benda yang tak begitu tepat (not exactly) namun dapat dihitung atau ditaksir.

Kata yang termasuk dalam bagian indefinite numeral adjective (kata sifat bilangan yang tak tentu) adalah:

      • all = semua
      • several = beberapa
      • some = beberapa
      • enough = cukup
      • any = beberapa
      • many = banyak
      • few = sedikit
      • a few = beberapa
      • lots of = banyak
      • one = satu

Contoh Kalimat:

      • There are some cakes in the refrigerator. (Ada beberapa buku kue di lemari es.)
      • I didn’t know that they have several dogs. (Aku tidak tahu kalau mereka memiliki beberapa ekor anjing.)

Catatan:

Definite numeral adjective dapat dijadikan indefinite numeral adjective dengan meletakkan kata some atau about di depan kata benda.
Contoh Kalimat:

    • The girls were sick last Saturday. (Gadis-gadis itu sakit hari Sabtu lalu.)
    • Some ten girls were sick last Saturday.
    • About ten girls were sick last Saturday. (Kurang lebih sepuluh gadis sakit hari Sabtu yang lalu.)

Pembagian Numeral Adjective

Bilangan atau angka dalam numeral adjective terdiri atas:

  1. Cardinal Numbers (Bilangan Pokok)
  2. Ordinal Number (Bilangan Tingkat)
  3. Fractions (Bilangan Pecahan)

Ketiga numeral adjective tersebut di atas, dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Cardinal Numbers (Bilangan Pokok)

Cardinal number adalah bilangan-bilangan yang dikenal dengan nama “bilangan cacah”, yaitu angka bulat mulai dari nol (0) sampai ke bilangan tak terhingga (~), misalnya:

0 = zero
1 = one
2 = two
3 = three
4 = four
5 = five
6 = six
7 = seven
8 = eight
9 = nine
10 = ten
11 = eleven
12 = twelve
13 = thirteen
14 = fourteen
15 = fifteen
16 = sixteen
17 = seventeen
18 = eighteen
19 = nineteen
20 = twenty
21 = twenty-one
22 = twenty-two
23 = twenty-three
24 = twenty-four
25 = twenty-five
26 = twenty-six
27 = twenty-seven
28 = twenty-eight
29 = twenty-nine
30 = thirty
40 = forty
50 = fifty
60 = sixty
70 = seventy
80 = eighty
90 = ninety
100 = one hundred
101 = one hundred and one
102 = one hundred and two
103 = one hundred and three
104 = one hundred and four
105 = one hundred and five
106 = one hundred and six
107 = one hundred and seven
108 = one hundred and eight
109 = one hundred and nine
110 = one hundred and ten
113 = one hundred and thirteen
120 = one hundred and twenty
121 = one hundred and twenty-one
133 = one hundred and thirty-three
134 = one hundred and thirty-four
130 = one hundred and thirty
140 = one hundred and forty
150 = one hundred and fifty
160 = one hundred and sixty
170 = one hundred and seventy
180 = one hundred and eighty
190 = one hundred and ninety
200 = two hundred
245 = two hundred and forty-five
246 = two hundred and forty-six
555 = five hundred and fifty-five
999 = nine hundred and ninety-nine
1,000 = one thousand
2,205 = two thousand two hundred and five
2,150 = two thousand one hundred and fifty
5,000 = five thousand
5,555 = five thousand five hundred and fifty-five
10,000 = ten thousand
10,008 = ten thousand and eight
10,100 = ten thousand one hundred
100,000 = one hundred thousand
200,000 = two hundred thousand
912,347 = nine hundred and twelve thousand three hundred and forty-seven
1,000,000 = one million
2,000,000 = two million
712,134,714 = seven hundred and twelve million one hundred and thirty four thousand seven hundred and fourteen
1,000,000,000 = a/one thousand million; a/one billion
2,000,000,000 = two billion
3,000,000,000 = three billion
4,000,000,000,000 = four trillion
5,000,000,000,000 = five trillion

Catatan:

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan cardinal number dalam sebuah kalimat, yaitu:

  1. Pada saat menyebutkan satuan atau puluhan dalam bilangan 100, 1000 dan seterusnya harus diucapkan kata “and” (British English) misalnya:
    205 = two hundred and five (British English)
    205 = two hundred five (American English)
    350 = three hundred and fifty
  2. Baik secara lisan maupun tulisan, untuk mengatakan angka 500 tidak boleh mengucapkan perkataan five hundreds, tetapi cukup dengan five hundred. Sedangkan untuk menuliskan angka 500 misalnya, tidak boleh menambahkan huruf “s” dibelakang hundred, misalnya: Salah jika menuliskan 500 five hundreds, tetapi yang benar adalah 500 five hundred.
  3. Tanda baca yang digunakan dalam bahasa Inggris untuk memisahkan angka-angka ribuan, jutaan dan sebagainya bukan tanda titik (.), tetapi tanda koma (,), misalnya:
    1.000.000 (salah)
    1,000,000 (benar)
  4. Antara Inggris dan Amerika berbeda dalam mengucapkan angka, misalnya:
    1,000,000,000 = a/one thousand million (di Inggris)
    1,000,000,000 = a/one billion (di AS)
    1,000,000,000,000 = a/one billion (di Inggris)
    1,000,000,000,000 = a/one trillion (di AS)
  5. Jika kita mau menyatakan jumlah yang banyak, tetapi tidak pasti jumlahnya, kita dapat menjadikan hundred, thousand, million menjadi jamak, misalnya:
    Hundreds of people (ratusan orang)
    Thousands of books (ribuan buku)
    Millions of eggs (jutaan telur)

Beberapa contoh dibawah ini:

  • 3 books (three books)
    Tiga buku
  • 1 assignment (one assignment)
    Satu tugas
  • 9 points (nine points)
    Sembilan poin
  • 10 houses (ten houses)
    Sepuluh rumah

Beberpa contoh penggunaannya dalam kalimat:

  • Rafael has 3 books. (Rafael has three books)
    Rafael mempunyai tiga buah buku.
  • Did he get 1 assignment? (Did he get one assignment?)
    Apakah dia dapat satu tugas?
  • They collected 9 points in this game. (They collected nine points in this game).
    Mereka mengumpulkan sembilan poin dalam permainan ini.
  • He is a rich man because he has 10 houses in different places
    (He is a rich man because he has ten houses in different places)
    Dia kaya karena dia mempunyai sepuluh rumah ditempat yang berbeda.

2. Ordinal Number (Bilangan Tingkat)

Ordinal number adalah bilangan yang digunakan untuk menunjukkan tingkatan, misalnya:

1st = first (pertama)
2nd = second (kedua)
3rd = third (ketiga)
4th = fourth (keempat)
5th = fifth (kelima)
6th = sixth (keenam)
7th = seventh (ketujuh)
8th = eighth (kedelapan)
9th = ninth (kesembilan)
10th = tenth (kesepuluh)
11th = eleventh (kesebelas)
12th = twelfth (kedua belas)
13th = thirteenth (ketiga belas)
14th = fourteenth (keempat belas)
15th = fifteenth (kelima belas)
16th = sixteenth (keenam belas)
17th = seventeenth (ketujuh belas)
18th = eighteenth (kedelapan belas)
19th = nineteenth (kesembilan belas)
20th = twentieth (kedua puluh)
21st = twenty-first (kedua puluh)
22nd = twenty-second (kedua puluh dua)
23rd = twenty-third (kedua puluh tiga)
24th = twenty-fourth (kedua puluh empat)
25th = twenty-fifth (kedua puluh lima)
30th = thirtieth (ketiga puluh)
40th = fortieth (keempat puluh)
50th = fiftieth (kelima puluh)
55th = fifty-fifth (kelima puluh lima)
56th = fifty-sixth (kelima puluh enam)
60th = sixtieth (keenam puluh)
67th = sixty-seventh (keenam puluh tujuh)
68th = sixty-eighth (keenam puluh delapan)
70th = seventieth (ketujuh puluh)
79th = seventy-ninth (ketujuh puluh sembilan)
80th = eightieth (kedelapan puluh)
81st = eighty-first (kedelapan puluh satu)
82nd = eighty-second (kedelapan puluh dua)
90th = ninetieth (kesembilan puluh)
93rd = ninety-third (kesembilan puluh tiga)
94th = ninety-fourth (kesembilan puluh empat)
100th = hundredth (keseratus)
101st = a hundred-first (keseratus satu) / a hundredfirst / a hundred and first / one hundred-first / one hundredfirst / one hundred and first
105th = a/one hundred-fifth (keseratus lima)
1,000th = a/one thousandth (keseribu)
2,000th = two thousandth (kedua ribu)
1,000,000th = a/one millionth (kesejuta)
2,000,000th = two millionth (kedua juta)

Catatan:

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan ordinal number dalam kalimat bahasa Inggris, yaitu:

  1. 1st dibaca “first”( “st” dibelakang angka 1 adalah dua huruf terakhir dari “first”), begitu juga 2nd dibaca “second” dan 3rd dibaca “third” dan seterusnya.
  2. Untuk menyatakan bilangan bertingkat, mulai dari 4 (empat) dan seterusnya dibentuk dengan menambahkan akhiran “th” pada bentuk bilangan biasa, misalnya:
    4th = fourth ( keempat), dan seterusnya.
  3. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis 1st December 1973 dan dibaca the first
    of December (in) nineteen seventy-three (tanggal 1 Desember 1973).
  4. Ada perbedaan penulisan tanggal:
    Di Inggris :1st December 1973
    Di Amerika Serikat : December 1, 1973
    Perhatikan juga contoh-contoh di bawah ini:

    • 31st December 1973 (British English) = 31/12/1973
      31 Desember 1973
    • 31 December 1973 (British English) = 31/12/1973
      31 Desember 1973
    • December 31st, 1973 (American English) = 12/31/1973
      31 Desember 1973
    • December 31, 1973 ( American English) = 12/31/1973
      31 Desember 1973
  5. Kata “the” biasanya dipakai di depan ordinal number, misalnya: The fifth day (hari kelima).
    Beberapa contoh di bawah ini:

    • The 1st love = 1st love (the first love)
      Cinta pertama
    • the 2nd meeting = 2nd meeting (the second meeting)
      Pertemuan kedua
    • The 3rd daughter = 3rd daughter (the third daughter)
      Putri yang ketiga
    • The 4th son = 4th son (the fourt son)
      Putra yang keempat, dan seterusnya.

Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:

    • He got the first class in that train.
      Dia mendapatkan kelas pertama di kereta api itu.
    • First love never dies.
      Cinta pertama tidak akan pernah terlupakan.
    • That boy is my first son.
      Anak laki-laki itu (adalah) putra saya yang pertama.
    • I was born on the thirty-first of December, ninenteen seventy-three
      Saya lahir pada tanggal 31 Desember 1973.
    • I was born on December 31st, 1973.
      Saya lahir pada tanggal 31 Desember 1973.

3. Fraction (Bilangan Pecahan)

Fraction adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan bentuk pecahan atau desimal.
Ada dua cara penulisan fraction, yaitu:

  1. Dengan menggunakan pecahan murni, dengan perkataan lain bahwa dalam fraction ini ada dua istilah yang dikenal yaitu pembilang (bilangan pokok) dan penyebut (bilangan bertingkat). Keduanya dipisahkan dengan tanda (-) atau (/), misalnya:
    1/2 = a half / one over two / one per two (setengah)
    1/3 = a third / one over three (sepertiga)
    1/4 = a fourth (seperempat)
    1/5 = a fifth (seperlima)
    1/6 = a sixth (seperenam)
    1/7 = a seventh (sepertujuh)
    2/3 = two-third / two-thirds / two over three (dua pertiga)
    3/4 = three-fourth / three-fourths (tiga perempat)
    4/5 = four-fifth / four-fifths (empat perlima)
    5/6 = five-sixth / five-sixths (lima perenam)
    6/7 = six-seventh / six-sevents (enam pertujuh)
    7/8 = sevent-eight / seven-eights (tujuh perdelapan)
    8/9 = eight-ninth / eight-ninths (delapan persembilan)
    9/11 = nine-eleventh / nine-elevenths (sembilan persebelas)
    7/20 = seven-twentieth (tujuh perduapuluh)
    1/100 = one over onehundredth (satu perseratus)
    3 1/2 = three and a half (tiga setengah)
    4 ¼ = four and a fourth (empat seperempat)
    423/524= four hundred and twenty three over five hundred and twenty four.
    7 2/6 = seven and two-sixth, etc.
  2. Dengan menggunakan tanda baca (.) sebagai tanda dalam pecahan desimal, misalnya:
    0.4 = zero point four / nough point four (nol koma empat)
    0.04 = zero point zero four / nough point nough four (nol koma nol empat) / oh point oh four (angka nol (0) sebelum titik dibaca “zero/nough/oh”. Tetapi angka nol (0) yang dibaca “oh” tidak resmi)
    0.5 = zero point five (setengah)
    0.11 = nough point one-one / double one (nol koma sebelas)
    0.222 = nough point triple two
    0.01 = nough point oh one
    0.007 = nough point double oh seven
    2.9 = two point nine (dua koma sembilan)
    3.8 = three point eight (tiga koma delapan)
    7.05 = seven point nough five / seven point oh five / seven point zero five (tujuh koma nol lima) (angka nol (0) setelah titik dibaca “nough/oh/zero/”) 10.15 = ten point one five (sepuluh koma satu lima)
    19.14 = nineteen point one four (Sembilan belas koma satu empat)
    100.45 = one hundred point four five (seratus koma empat lima)
    123.236 = one hundred and twenty-three point two three six (seratus dua puluh tiga koma dua tiga enam)
    1000.5 = one thousand point five. (seribu koma lima)
    1000.75 = one thousand point seven five (seribu koma tujuh lima)

Catatan:

Dalam hubungannya dengan number, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  1. Untuk menyatakan tingkat keseringan digunakan bilangan pokok dengan cara menambahkan kata “times”, kecuali satu, dua, dan tiga tidak dinyatakan dengan kata “times”, misalnya:
    • three times (tiga kali)
    • four times (empat kali)
    • five times (lima kali)
    • ten times (sepuluh kali)
    • hundred times (seratus kali)
    • thousand times (seribu kali)

Kecuali:

    • once (sekali)
    • second (dua kali)
    • third (tiga kali)

Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:

    • We play volleyball three times a week.
      Kami bermain bola voli tiga kali seminggu.
    • He eats three times a day.
      Dia makan tiga kali sehari.
    • We pray five times a day.
      Kami bersembahyang lima kali sehari.
  1. Mengenai operasi bilangan. Misalnya:
    • 3 + 3 = 6 three plus three is six / three added by three is six.
    • 6 – 2 = 4 six minus two is four / six deducted by two is four.
    • 4 x 2 = 8 four times two is eight / four multiplied by two is eight.
    • 8 : 2 = 4 eight per two is four / eight divided by two is four.
  2. Untuk menyebutkan nomor telepon dalam bahasa Inggris, misalnya:
    • 01-232-47725 = (oh/zero one two three two four double seven two five) atau (oh/zero one two three two four seven seven two five)
    • 01-002 = (oh one double oh two) atau (oh one oh oh two)
    • 312-6653 = three one two, double six five three) atau (three one two, six six five three)
    • 01-0002 = (oh one triple oh two) atau (oh one oh oh oh two)
    • 312-7888 = (three one two, seven triple eight) atau (three one two, seven eight eight eight)

Penjelasan:

    • Kita menyebut angka nol (0) dengan sebutan “oh (Inggris) dan zero (Amerika)”.
    • Kalau nomor telepon terdiri dari dua angka/nomor yang sama secara berurutan, kita menggunakan kata double (nomor/angka).
    • Kalau nomor telepon mempunyai tiga angka/nomor yang sama, kita menggunakan triple (angka/nomor).

Get notified whenever we post something new!

Terbaru

Continue Reading

Past Perfect Continuous Tense

Past perfect continuous tense untuk mengungkapkan sesuatu yang sudah dimulai dan sedang berlangsung di waktu dulu, tapi sudah tidak terjadi lagi saat ini. Pengertian Past Perfect Continuous Tense Past perfect continuous tense adalah ungkapan atau kalimat yang memiliki fungsi untuk menyatakan...

Past Future Perfect Tense

Past future perfect tense berfungsi untuk menyatakan atau mengungkapkan pengandaian bersyarat sesuatu keadaan atau kejadian yang tidak terjadi. Pengertian Past Future Perfect Tense Past future perfect tense adalah bentuk kalimat yang berfungsi untuk mengekspresikan gagasan di masa lalu yang mana bahwa...

Future Continuous Tense

Future continuous tense berfungsi untuk menunjukkan tindakan atau keadaan yang akan terjadi selama waktu tertentu dalam beberapa saat di waktu yang akan datang dengan bentuk dasar rumus future continuous tense verbal dan nominal adalah S + Shall/Will + Be. Pengertian...